HIPERTENSI SEKUNDER
Berdasarkan Etiologinya hipertensi dibagi menjadi dua yaitu Hipertensi Esensial dan Hipertensi sekunder.
Prevalensi (jumlah kasus) penyakit hipertensi sekunder hanya sekitar 6 – 8% dari seluruh penderita hipertensi.. berikut ini bebarapa penyebdab Penyakit hipertensi Sekunder diantaranya disebabkan oleh penyakit ginjal (hipertensi renal), penyakit endokrin (hipertensi endokrin), obat dan lain lain..
Prevalensi (jumlah kasus) penyakit hipertensi sekunder hanya sekitar 6 – 8% dari seluruh penderita hipertensi.. berikut ini bebarapa penyebdab Penyakit hipertensi Sekunder diantaranya disebabkan oleh penyakit ginjal (hipertensi renal), penyakit endokrin (hipertensi endokrin), obat dan lain lain..
Hipertensi renal dapat berupa a)
hipertensi renovaskular, yakni hipertensi akiat stenosis arteri ginjal, atau b)
hipertensi akibat penyakit parenkim ginjal, di mana terjadi penyempitan pembuluh
darah ginjal yangkecil akibat inflamasi dan fibrosis, misalnya pada
glomerulonephritis, pelonefritis dan lain lain. Termasuk dalam penyakit
hipertensi Renovakskular adalah hipetensi pada preeklamsia sn eklamsia. Pada
hipertensi renal ini terjadi aktivasi sitem RAA.
Hipertensi endokrin terjadi misalnya
akibat kelainan korteks adrenal (aldosteronisme primer, sindrom Cushing), tumor
dimedula adrenal (feokromositoma), akromegali, atau hiperparatiroidisme
penyakit lain yang dapat menimbulkan hipertensi adalah koarktasio aorta.
Beberapa obat, misalnyakontraseptik
hormonal (paling sering). Hormone adrenokortikotropik, korikosteroid,
simpatomimetik amin, penghambat MAO, atau antidepresan trisiklik, juga dapat
menyebakan hipertensi.