LOSARTAN KALIUM
INDIKASI
Hipertensi,
termasuk pasien hipertropi ventricular kirik nefropati diabetic pada diabetes
mellitus tipe2.
DOSIS
Biasanya
50mg sekali sehari (usia lanjut di atas 75 tahun, gangguan fungsi ginjal sedang
sampai berat, deplesi cairan, dimulai dengan 25mg sekali sehari); bila perlu
tingkatkan setelah berminggu-minggu menjadi 100mg sekali sehari.
MEREK DAGANG
Acetensa
(Pratapa Nirmala) tablet salut selaput 50mg (K)
Angioten
(Kalbe farma) tablet salut selaput 50mg (K)
Cozaar
(Merch Sharp & Dohme – England) tablet salut selaput 50mg (K)
Insaar
(Interbat) tablet salut selaput 50mg (K)
Koinsar
(Harsen) tablet salut selaput 50mg (K)
Sartaxal
(Sandoz) tablet salut selaput 50mg (K)
Tensaar
(Kimia Farma) tablet salut selaput 50mg (K)
KONTRAINDIKASI
Kehamilan,
PERINGATAN
Antagonnis
reseptor angiotensin II harus digunakan dengan hati – hati jpada stenosis
arteri ginjal. Dianjurkan dilakukan pemantauan kadar kalium plasma, terutama
pada pasien lansia dan pada pasien gangguan ginjal. Dosis awal yang lebih
rendah mungkin ssesuai untuk pasien ini. Antagonis reseptor angiotensin II
harus diguakan dengan hati hati pada stenosis pembuluh “mitral” atau aorta dan
pada kardiomiopati hipertrofik obstruktif. Pasien Afro-Karibian, tertama yang
mengalami hipertrofik ventrikel kiri tidask akan mendapat manfaat dengan
pemberian antagonis reseptor angiotensin II.
EFEK SAMPING
Biasanya
ringan. Hipotensi simtomatik termasuk pusing dapat terjadi, terutama pada
pasien dengan kekurangan cairan
intravascular (misal yang mendapatkan diuretika dosis tinggi). Hyperkalemia
kadang kadang terjadi; angioedema juga dapat terjadi pada beberapa antagonis
reseptor angiotensin II.; pusing, gangguan pengecap, kadang kadang perubahan
uji fungsi hati.