Informasi Obat Kardiovaskular, Obat Hipertensi, Obat Kolesterol

Manfaat terapi Antihipertensi




Manfaat terapi antihipertensi

Menurunkan TD (Tekanan Darah) pada Hipertensi terbuktimenurunkan frekuensi terjadinya berbagai komplikasi akibat hipertensi sendiri, misalnya stroke, gagal jantung kongestif, gagal ginjal, dan aneurisma dissecting, yang fatal maupun nonfatal. Manfaat ini jelas bila frekuensi terjadinya komplikasi ini tinggi, yakni pada hipertensi sedang dan berat, usia 50 tahun keatas, dan/atau terdapatnya factor-faktor yang memperburuk prognosis hipertensi (adanya komplikasi organ, penderita pria, hiperkolesterolemia kebiasaan merokok, diabetes mellitus, obesitas, aktivitas renin plasma yang tinggi, riwayat komplikasi kardioaskuar dalam keluarga).
          Mafaat penurunan TD pada hipertensi menjadi tidak jeas bia prevalensi komplikasi yang terjadi rendah, yakni pada hipertensi ringan, penderita wanita, usia di bawah 50 tahun, tidak ada komplikasi organ maupun factor-faktor risiko lainnya yang memperburuk prognosis hipertensi.
          Akan tetapi penurunan TD  pada hipertensi tampaknya tidak selalu bermanfaat untuk mengurangi frekuensi penyakit jantung koroner. Apakah hal ini disebabkan penyakit jantung koroner merupakan komplikasi arterosklerotik yang kejadiannya tidak hanya ditentukan oleh hipertensi sendiri ?.
          Reanalysis data Framingham serta hasi dari beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa : 1) TD awal, diastolic maupun sistoik, tidak dapat meramalkan angka kematian akibat infarrk miokard. 2) TD diastolic yang dicapai pada pengobatan mempunyai korelasi positif dengan angka kematian akibat injark miokard pada penderita tanpa penyakit jantung iskemik (makin rendah TD diastolic, makin rendah mortalitas). Teta;i pada penderita dengan penyakit jantung iskemik, hubungan tersebut berbentuk huruf J, dengan mortalitas terendah pada TD diastolic antara 85-90 mmHg; dan ini berlaku untuk penderita yang lebih muda (<60 tahun) maupun yang lebih tua (>60 tahun). Mortalitas yanglebih tinggi pada TD diastoik yang  lebih rendah mungkin karena perfusi miokard (yang terjadi terutama selama diastole) menjadi kritis pada TD diastoik < 85 mmHg pada bebetapa penderita penyakit jantung iskemik sehingga terjadi infark miokard.. Hal ini juga dapat menerangkan mortalitas koroner yang lebih tinggi, pada penderita hipertensi ringan dengan kelainan EKG istirahat yang mendapat terapi hipertensi yang lebih intensif pada beberapa penelitian sebelumnya. 3) TD sistolik yang dicapai pada pengobatan mempunyai korelasi positif dengan angka mortalitas koroner, terutama pada penderita yang lebih muda (<60 tahun), dengan maupun tampa penyakit jantung iskemik. Dari hasil-hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penurnan TD tinggi, diastolic maupum sistolik, dengan menggunakan obat antihipertensi apapun, juga disertai dengan penurunan mortalitas koroner, dengan perhatian bahwa pada penderita dengan penyakit jantung iskemik, TD diastolic tidak boleh diturunkan sampai kurang dari 85mmHg.
          Tetapi, penurunan angka kematian koroner yang menyertai penurunan TD tinggi memang tidak sejelas penurunan angka kematian akibat stroke karena (1) seperti disebutkan kejadian koroner juga dipengaruhi oeh banyak factor lain disamping tekanan darah tinggi (TD tinggi).; dan (2) manfaat ini tampak makin kecil bila terdapat hubungan kurva J tersebut diatas, apalagi pada keompok penderita wanita dengan hipertensi ringan yang kejadian koronernya rendah. Disamping itu, kejadian koroner nonfata tidakselalu berkruang oeh pengobatan , tetapi dapat meningkat, dan ini tampaknya tergantung dari obat antihipertensi yang digunakan.

Manfaat terapi Antihipertensi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown