METOPROLOL TARTRAT
INDIKASI
Hipertensi, angina, aritmia; profilaksis migren;
tirotoksikosis.
DOSIS
Oral,
Hipertensi
Awalnya 50mg sehari penunjang 50 -100mg sehari dalam 1-2
dosis terbagi;
Angina
50 – 100mg 2-3 kali sehari
Aritmia
Biasanya 50mg 2-3 kali sehari; bila perlu sampai dengan 300
mg sehari dalam dosis terbagi;
Profilaksis migren,
100 – 200mg sehari dalam dosis terbagi;
Tirotoksikosis (tambahan)
50mg 4 kali sehari.
Injeksi intravena
Aritmia
Sampai dengan 5 mg dengan kecepatan 1-2 mg/menit, jika perlu
diulangi setelah 5 menit, dosis total 10-15 mg.
Catatan . bradikardia yang berlebihan dapat diatasi
dengan injeksi intravena atropine sulfat 0,6-2,4mg dalam dosis terbagi 0,6mg
setiap kali; overdosis lihat penanganan darurat keracunan.
Pada pembedahan
2-4 mg secara injeksi intravena lambat pada induksi atau
untuk mengendalikan aritmia yang terjadi selama anestesi; dosis 2 mg dapat
diulang sampai maksimal 10 mg. intervensi awal dalam waktu 12jam setelah infark.
5mg lewat injeksi intravenasetiap 2 menit sampai maksimal 15mg, lanjutkan
setelah 15 menit dengan 50mg secara oral setiap 6jam selama 48 jam; penunjang
200mg sehari dalam dosis terbagi.
PERINGATAN
Hindari putus obat yang mendadak; terutama pada penyakit
jantung iskemik, blok AV derajat pertama, hiperensi portal (risiko memburuknya
fungsi hati); diabetes; riwayat penyakit paru obstruktif; miastenia gravis;
pada anafilaksis respons terhadap adrenalin berkurang.
KONTRAINDIKASI
Asma, gagal jantung yang tak terkendali, bradikardi yang
nyata, hipotensi, sindrom penyakit sinus, blok AV derajat dua atau tiga, syok
kardiogenik; feokromositoma.
Bronkospasme. Beta – blocker, termasuk yang diangga
kardioselektif, seharusnya tidakdiberikan kepada pasien dengan riwayat asma
atau bronkospasme. Namum, pada situasi yang sangat jarang dimana beta-blocker
harus diberikan pada pasien demikian, dapat diberikan beta-blocker yang
kardioselektif dengan sangat hati hati dan dibawah pengawasan spesialis.
EFEK SAMPING
Bradikardia, gagal jantung, hipotensi, gangguan konduksi,
bronkospasme, vasokonstriksi perifer, gangguan saluran cerna, fatique, gangguan
tidur, jarang ruam kulit dan mata kering (reversible bila obat dihenikan),
eksaserbasi psoriasis