FISINOPRIL
INDIKASI
Hipertensi;; gagal jantung kongesti (tambahan)
DOSIS
Hipertensi
Dosis awal dan dosis penunjang 10mg/hari, maksimum 40mg
sekali sehari.
Catatan. Pada kasus hipertensi, jika digunakan sebagai
tambahan pada penggunaan diuretika, hantikan pemakaian diuretika beberapa hari
sebelum pemakaian obat ini dan lanjutkan setelah kira – kira empat minggu jika
tekanan darah tidak cukup terkontrol (apabila terjadi diuretika tidak bisa
dihentikan, perlu ada pengawasan medis selama beberapa bebarapa jam).
Gagal jantung (tambahan) dosis awal 10mg sehari
dibawah pengawasan ketat, jika dosis awal ditoleransi dengan baik, bisa
dinaikkan sampai 40mg sekali sehari.
PERINGATAN
Pada pasien yang menggunakan Diuretika, Penggunaan awal ACE
Inhibitor dilakukan dengan hati hati. Dosis pertama dapat menyebabkan hipotensi
terutama pada pasien yang sedang menggunakan diretika dosis tinggi, diet rendah
garam (natrium), dialysis, dehidrasi, penyakit vaskuler perifer atau
aterosklerosis menyeluruhkarena risiko penyakit renovaskuler yang tidak
bergejala; pantau fungsi ginjal sebelum dan selama pengobatan dan kurangi dosis
pada gangguan ginjal mungkin meningkatkan risiko agranulositosis pada penyakit
vaskuler kolagen (disarankan hitung jenis); reaksi anafilaktoid; menyusui;
mungkin mengatkan efek hipoglikemik insulin atau antidiabetik oral.;
Pada pasien yang sedang menggunakan diuretika, pemberian
awal penghambat ACE perlu dilakukan dengan hati hati. Dosis pertama
dapatmenyebabkan hipotensi tertama pada pasien yang sedang menggunakan
diuretika dosis tinggi, diet rendah garam, dialysis, dehidrasi atau pasien dengan
gagal ginjal. Penghambat sebaiknya juga digunakan dengan hati hati pada
penyakit vaskuler perifer atau aterosklerosis yang mempunyai risiko penyakit
renovaskuler. Fungsi ginjal sebaiknya dipantau sebelum dan selama pengobatan,
dan dosis diturunkan pada gangguan fungsi ginja. Resiko agranulositosis
meningkat pada penyakit kolagen vaskuler (dianjurkan dilakukan hitung jenis
darah). Penghambat ACE sebaiknya digunakan secara hati hati pada pasien dengan
stenosis aortic berat atau simtomatik (berisiko hipotensi), pada kardiomiopati
obstructif hipertrofi, pada angioedema herediter dan pada ibu menyusui.;
KONTRAINDIKASI
Hipersensitif terhadap pengambat ACE (termasuk angioedema)
penyakit renovaskuler (pasti atau dugaan), stenosis aortic atau obstruktif
keluarnya darah dan jantung; kehamilan; porfiria.
Dan Penghambat ACE dikontraindikasikan pada paien yang
hipersensitif terhadap penghambat ACE (termasuk angioedema) dan pada pasienyang
diduga atau dipastikan menderita penyakit renovaskuler. Penghambat ACE tidak
boleh digunakan pada wanita hamil.
EFEK SAMPING
Hipotensi; pusing; sakit kepala, letih, asthenia, mual
(terkadang muntah), diare, (terkadang konstipasi), kram otot, batuk kering yang
persisten, gangguan kerongkongan, perubahan suara, perubahan pencecap (mungkin
disertai dengan turunnya berat badan), stomatitis dyspepsia, neri perut;
gangguan ginjal; hyperkalemia; angioedema, urtikaria, ruam kulit (termasuk
eritema multiforme dan nekrolisis epiderma toksik) dan reaksi
hipersensitivitas, gangguan darah (termasuk trombositopenia, neutropenia,
agranulositosis, dan anemia aplastic); gejala gejala saluran nafas ataus
hiponatermia, takikardia, palpitasi, aritmia, infark miokard dan stroke
(mungkin akibat hipotensi yang berat), nyeri pinggung, muka merah, sakit kuning
(hepatoseluler atau kolestatik),pankreatitis, gangguan tidur, gelisah ,
perbahan suasana hati, parestesia, impotensi, onikolisis, alopesia.
KOMPLEKS GEJALA. Telahhdilaporkan suatu kompleks gejala
untuk pengambatan ACE yang meliputi demam, serositis, vaskulitis, myalgia,
atralgia, antibody antinukear positif, laju endapan darah meningkat;
ensinofiilia, leukositosis; mungkin juga terjadi ruam kulit, fotosensitivitas
atau reaksi kulit yang lain.
Dan Inhibitor ACE dapat menyebabkan hipotensi yang parah dan
gangguan fungsi ginjal dan batuk kering menetap. Penghambant ACE juga
menyebabkan angioedema (mula kerja dapat tertunda), ruam kulit )pruritus dan
urtikaria), pankreatitis dan gejala pada saluran cerna yang dilaporkan meliputi
mual, muntah, dyspepsia, diare,konstipasi dan nyeri abdomen. Telah dilaporkan
juga perubahan pada hasil tes fungsi hati, icterus kolestatik dan hepatitis.
Hyperkalemia, hipoglikemi dan kelaianan darah termasuk trombositopenia,
leukopenia, neutropenia dan anemia hemolitik juga telah dilaporkan. Efek
samping lainyang telah dilaporkan diantaranya sakit kepala, mengantuk
kelelahan, malaise, gangguan pengecapan, paraetesis, bronkospasme, demam,
vaskulitis, myalgia, arthralgia, antibody, antinukir positif, penigaktana laju
endap darah, eosinofiia, leukositosis dan fotosensitivitas.