CAPTOPRIL 25 mg
KOMPOSISI CAPTOPRIL 25 mg
Setiap
tablet mengandung Kaptopri 25 mg
CARA KERJA OBAT CAPTOPRIL 25 mg
Kaptopril
merupakan obat antihipertensi dan efektif dalam penanganan gagal jantung dengan
cara supresi system renin angiotensin aldosteron.
Renin
adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan bekerja pada globulin plasma untuk
memproduksi angiotensin I yang bersifat inaktif. “Angiotensin Converting
Enzyme” (ACE), akan merubah angiotensin I mejadi angiotensin II yang bersifat
aktif dan merupakan vasokontiksiendogen serta dapat menstimulasi sintesa dan
sekresi aldosterone dalam korteks adrenal.
Peningkatan
sekresi aldosterone akan mengakibatkan ginjal meretensi natrium dan cairan,
serta meretensi kalium. Dalam kerjanya, kaptopril akan mengambat kerja ACE,
akibatnya pembentukan angiotensin II terhambat, timbul vasodilatasi, penurunan
sekresi aldosterone sehingga ginjal
mensekresi natrium dan cairan serta mensekresi kalium. Keadaan ini akan
menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengurangi beban jantung, baik
afterload maupun preload, sehingga
terjadi peningkatan kerja jantung. Vasodilatasi yang timbul tidak menimbulkan
reflek takikardia.
INDIKASI CAPTOPRIL 25 mg
Hipertensi
berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek aditif, sedangkan
kombinasi dengan beta blocker memberikan efek yan g kurang aditif. Untuk gagal
jantung yang tidak cukup responsive atau tidak dapat dikontrol dengan diuretic
dan digitalis. Dalam hal ini pemberian kaptopril diberikan bersama diuretic dan
digitalis.
DOSIS
Kaptopril
harus diberikan 1 jam sebelum makan, dosisnya sangat tergantung dan kebtuhan
penderita (individual)
Dewasa
Hipertensi : dosis
awal : 12,5 mg tiga kali sehari.
Bila
setelah 2 minggu penurunan tekanan darah masih belum memuaskan maka dosis dapat
ditingkatkan menjadi 25 mg tiga kali sehari. Bila setelah 2 minggu lagi,
tekanan darah masih belum terkontrol sebaiknya ditambahkan obat diuretic
golongan tiazida misalnya hidroklorotiazida 25 mg setiap hari.
Dosis
diuretic mungkin dapat ditingkatkan pada interval satu sampai dua minggu.
Maksimum dosis kaptopril untuk hipertensi sehari tidak boleh lebih dari 450 mg.
Gagal
jantung : 12,5 – 25 mg tiga kali sehari. Diberikan bersama diretik
dan digitalis, dari awal terapi harus dilakukan pemgawasan medic secara ketat.
Untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal dosis perlu dikurangi disesuaikan
dengan klirens kreatinin penderita.
PERINGATAN DAN PERHATIAN CAPTOPRIL 25mg
Keamanan
penggunaan pad a wanita hamil belum terbukti, bila terjadi kehamilan selama pemakaian
obat ini maka pemberian obat harus dihentikan dengan segera.
Harus
diberikan dengan hati hati pada wanita menyusui, pemberian ASI perlu dihentikan
karena ditemukan kadar dalam ASI lebih tinggi daripada kadar dalam darah ibu.
Pemberian
pada anak anak masih belum diketahui keamanannya, sehingga obat ini hanya
diberikan bila tidak ada obat lain yang efektif.
Pemkaian
pada lanjut usia harus hati hati karena sensitivitasnya terhadap efek
hipotensif.
Hati hati pemberian pada penderita penyakit
ginjal.
Pengobatan
agar dihentikan bila terjadi gejala – gejala angioedema seperti bengkak mulut,
mata, bibir, lidah, laring juga sukar menelan, sukar bernafas dan serak.
Konsultasikan
ke dokter bila menggunakan suplemen potassium, potassium sparing diuretic dan
garam garam potassium.
Pemakaian
obat penghambat ACE, pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan / kelainan organ
pada fetus atau neonates, bahkan dapat menyebabkan kemaitan fetus atau
neonates, bahkan dapat menebabkan kematian fetus atau neonates.
Pada kehamilan
trimester II dan III dapat menimbulkan ganggaun antara lain : hipotensi,
hipotalamus, tengkorak neonates, anuria, gangguan ginjal reversible atau
irreversible dan kematian.
Juga dapat
terjadi oligohidramnios, deformasi kranofasial, perkembangan paru hipoplasi,
kelahiran premature, perkembangan retardasi – intrauteri, paten duktus
arteriosus.
Bayi dengan
riwayat di mana selama di dalam kandungan ibunya mendapat pengobatan pemghambat
ACE, harus diobservasi intensif tentang kemungkinan terjadinya hipotensi,
oliguria dan hyperkalemia.
EFEK SAMPING CAPTOPRIL 25 mg
Kaptopril
menimbulkan proteinuria lebih dari 1 g sehari pada 0,5% penderita dan pada 1,2%
penderita dengan penyakit ginjal. Dapat terjadi sindrom nefrotik serta membrane
glomerulopati pada penderita hipertensi. Karena proteinuria umumunya dalam
waktu 8 bulan pengobatan maka penderita sebaiknya melakukan pemeriksaan protein
urin sebelum dan setiap bulan selama 8 bulan pertama pengobatan.
Neutropenia
/ agranulositosis terjadi kira kira 0,4% penderita. Efek samping ini terutama
terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. Neutropenia ini muncul
dalam 1 – 3 bulan pengobatan. Pengobatan agar dihentikansebelum penderita
terkena penyakit infeksi. Pada penderita dengan resiko tinggi harus dilakukan
hitung leukosit sebelum pengobatan, setiap 3 minggu selama 3 bulan
pertamapengobatan dan secera periodic. Pada penderita yang mengalami tanda –
tanda infeksi akut (demam, faringitis) pemberian kaptopril harussegera
dihentikan karena merupakan petunjuk adanya neutropenia.
Hipotensi
dapat terjadi 1 - 1,5 jam setelah dosis pertama dan bebarapa dosis berikutnya,
tapi biasanya tidak menimbulkangejala atau hanya menimbulkan rasa pusing yang
ringan. Tetapi bila mengalami kehilanngan cairan, misalnya akibat pemberian
diuretic, diet rendah garam, dialysis, muntah, diare, dehidrasi maka hipotensi
tersebut menjadi lebih berat. Maka pengobatan dengan kaptopril perlu dilakukan
pengawasan medic yang ketat, terutama pada penderita gagal jantung yang umumnya
mempunyai tensi yang normal atau rendah. Hipotensi berat dapat diatasi dengan
infus garam faal atau dengan menurunkan dosis kaptopril atau diuretiknya.
Sering
terjadi ruam dan pruritus, kadang kadang terjadi demam dan eosinophilia. Efek
tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis diturunkan.
Terjadi
perubahan rasa (taste alteration), yang biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama
dan menghilangmeskipun obat diteruskan.
Retensi
kalium ringan sering terjadi, tertama pada penderita gangguan ginjal , sehigga
perlu diuretic yang meretensi kalium seperti amilorida dan pemberiannya harus
dilakukan dengan hatihati.
KONTRAINDIKASI CAPTOPRIL 25 mg
Penderita
yang hiperesensitif terhadap kaptopril atau penghambat ACE lainya (misalnya
pasien mengalami angioedema selama pengobatan dengan penghambat ACE lainya).
INTERAKSI OBAT CAPTOPRIL 25 mg
Alkohol
Obat an
Ti
inflamasi tertama indometasin.
Suplemen
potassium atau obat yang mengandung potassium
Obat obat
berefek hipotensi
CARA PENYIMPANAN CAPTOPRIL 25
Simpan di
tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.