HIPERTENSI
EMERGENSI (KEDARURATAN)
Hipertensi Emergensi (Urgensi) adalah peningkatan TD (Tekanan
Darah) yang sangat tinggi meampaui 200/100 mmHg) tanpa adanya komplikasi yang
mengancam, sehingga TD perlu diturunkan dengan cepat, tetapi tidak perlu segera,
cukup dalam waktu 24 jam. Contohnya ialah hipertensi akselerasi tanpa
komplikasi yang mengancam, hipertensi perioperatif dan penderita yang
memerlukan bedah darurat. Untuk ini digunakan anti hipertens oral
misalnya klonidin, kaptopril, nifedipin, atau kombinasi obat yang terdiri dari
diuretic kuat, β-Bloker dan
hidralazin atau minoksidil. Untuk kerja yang cepat, nifedipin (10-20mg)
diberikan sublingual; TD mulai turun dalam 5 menit dan efek hipotensif maksimal
dicapai daam 30-60 menit.
Pada
Hipertensi Emergensi, TD (Tekanan Darah) yang sangat tinggi (biasanya
> 200/100 mmHg) disertai dengan ancaman langsung terjadinya komplikasi
kardiovaskular atau kematian, sehingga perlu hospitalisasi dan TD diturunkan
dengan segera yakni dalam waktu 1 jam. Terjadinya kerusakan baru atau progresif
pada organ-organ akibat peningkatan TD, dan bukan tingginya TD itu sendiri,
yang menentukan kegawatan situasi dan perlunya pengobatan segera di rumah
sakit. Terapi yang segera dapat mengurangi ancaman terhadap fungsi organ dan kehidupan
pada kedaruratan hipertensi.
Contoh
ancaman organ dan kehidupan karena Hipertensi Emergensi adalah
ensefalopati hipertensif, perdarahan entrakranial, gagal jangung kiri akut
dengan udem paru, dissecting aortic aneurysm, eklamsia, hipertensi maligna,
feokromositoma, hipertensi berat dengan infark miokard akut, angita tidak
stabil trauma kapitis atau luka bakar yang ekstensif, dan hipertensi berat
akibat dihentikannya beberapa antihipertensi (misalnya klonidin) atau akibat
interaksi obat atau makanan dengan penghambat MAO.
Meskipun TD
harus segera diturunkan, penurunannya tidak boeh terlau cepat atau terlalu
banyak karena perfusi organ-organ vital, terutama otak dan jantung, dapat
terganggu, lebih-lebih pada penderita usia lanjut dan mereka dengan hipertensi
berat dan lama. Selama hipertensi berat, auto regulasi pembuluh darah serebral
mepertahankan perfusi serebral melalui vasokonstriksi yang hebat. Bila TD
diturunkan vasodilatasi tidak segera terjadi tetapi perlu waktu berjam-jam
sampai berhari-hari. Oleh karena itu TD harus diturunkan perlahan lahan yakni
hanya 15% (dari TD rata rata) pada jam pertama, dan selanjutnya kea rah normal
dalam 24-48 jam. Untuk ini mua mula digunakan antihipertensi parenteral atau
nifedipin sublingual. Penurunan TD yang terkontrol paling mudah dicapai dengan
pemberian infus yang dapat dititrasi, yaitu dengan nitroprusid atau trimetafan.
Pemberian antihipertensioral (misalnya klonidin, kaptoprik, minoksidil,
nifedipine, β-bloker)
harus dimulai secepat mungkin. Diuretic tidak boleh digunakan kecuali bila
jelas terdapat kelebihan cairan intravascular seperti pada gagal jantung kiri
akut. Bila terdapat hipovolemia, diuretic akan memperberat keadaan ini dan
menyebabkan vasokontriksi yang hebat. Tetapi bila terjadi retensi (penahanan)
natrium dan air akibat penggunaan obat-obat seperti diazoksid atau minoksidil,
maka diuretic poten (biasanya furosemide atau bumetanid) harus diberikan
bersama secara IV, dan kadar serum elektrolit harus dimonitor.