HIDRALAZIN HIDROKLORIDA (HCl)
INDIKASI
Hipertensi sedang hingga berat (sebagai terapi tambahan);
gagal jantung (dengan nitrat kerja panjang, tapi kombinasi ini sering tidak
dapat ditoleransi); krisis hipertensi (sebagai terapi alternative pada
kehamilan).
DOSIS
Oral, hipertensi, 25 mg dua kali sehari, dapat ditingkatkan
hingga maksimal 50 mg dua kali sehari; gagal jantung (dosis awal dilakukan di
rumah sakit) 25 mg 3 – 4kali sehari. Jika diperlukan dosis dapat ditingkatkan
setiap 2 hari; dosis penunjang lazim 50 – 75 mg empat kali sehari; injeksi
intravena lambat, hipertensi dengan komplikasi ginjal dan krisis hipertensi, 5
– 10 mg diencerkan dengan 10 mL NaCl 0,9%; dapa diulangi setelah 20 – 30 menit
(lihat peringatan) ; infus intravena, hipertensi dengan komplikasi gnjal dan
krisis hipertensi, dosis awal 200 – 300 mcg/ menit; dosis penunjang 50 – 150
mcg/ menit.
MEREK DAGANG
Kombinasi
Dellasidrex (Darya varia) Tablet (K)
Ser-Ap-Es (Cita/Novaris) Tablet (K)
PERINGATAN
Gangguan fungsi hati; gangguan gungsi ginjal; penyakit
arteri koroner (dapat menyebabkan angina, hindari penggunaannya setelah injfark
miokard, tunggu hingga stabil), penyakit
serebrovaskular; kadang, menyebabkan penurunan tekanan darah terlalu cepat
walaupun pada dosis rendah; kehamilan ; menyusui
KONTRAINDIKASI
Lupus eritematosus sistemik idiopatik, takikardia berat,
gagaljantung curah tinggi, insufisiensi miokard akibat obstruksi mekanik, cor
paulmonale, aneurism, aorta, porfiria.
EFEK SAMPING
Takikardia, palpitasi, wajah memerah, hipotensi, retensi
cairan, gangguan saluran cerna, sakit kepala, pusing, sindroma seperti lupus
eritematosus sistemik setelah penggunaan jangka panjang dengan dosis lebih dari
100 mg perhari (atau dengan dosis yang lebih rendah pada wanita dan individu
dengan asetilator lambat);
jarang terjadi: kulit kemerahan, demam, neuraitis perifer,
polyneuritis, paestesia, arthralgia, myalgia, lakrimasi yang meningkat,
kongesti nasal, dyspnea, agitasi,
ansietas, anoreksi; ada laporangangguan darah (termasuk leukopenia,
trombositopenia, anemia hemolitik), anormalitas fungsi hati, jaundice,
kreatinin plasma meningkat, proteinuria dan hematuria.