VALSARTAN
INDIKASI
Hipertensi
(dapat digunakan tunggal maupun dikombinsi dengan obat antihipertensi lain);
gagal jantung pada pasien yang tidak dapat mentoleransi obat penghambat ACE
(penghambat enzim perubahan angiotensin)
DOSIS
Hipertensi
Lazimnya
80mg sekali sehari; jika diperlukan (pada pasien yang tekanan darahnya tidak
terkontrol) ditingkatkan hingga 160mg sehari atau ditambahkan pemberian
diuretika; tidak diperlukan penyesuaian dosis utnuk pasien dengan gangguan
fungsi ginjal atau pada pasien denga gangguan fungsi hati tanpa kolestasis.
Gagal
jantung, dosis awal 40mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis hingga
80mg dan 160mg dua kali sehari harus dilakukan pada dosis tertinggi yang dapat
ditoleransi oleh pasien; pertimbangkan untuk mengurangi dosis harus dilakukan
pada pasien yangjuga menerima diuretika; dosis masksimal yang diberikan pada
uji klinik adalah 320mg pada dosis terbagi.
MEREK DAGANG
Diovan (Novartis
Biochemie) Tablet salut selaput 40mg, 80mg, 160mg.
Kombinasi dengan HCT
Co Diovan (Novartis
Biochemie) Tablet salut selaput vlsartan 80mg/hidroklorotiazid 12,5mg;
160mg/12,5mg (K)
PERINGATAN
Antagonnis
reseptor angiotensin II harus digunakan dengan hati – hati jpada stenosis
arteri ginjal. Dianjurkan dilakukan pemantauan kadar kalium plasma, terutama
pada pasien lansia dan pada pasien gangguan ginjal. Dosis awal yang lebih
rendah mungkin ssesuai untuk pasien ini. Antagonis reseptor angiotensin II
harus diguakan dengan hati hati pada stenosis pembuluh “mitral” atau aorta dan
pada kardiomiopati hipertrofik obstruktif. Pasien Afro-Karibian, tertama yang
mengalami hipertrofik ventrikel kiri tidask akan mendapat manfaat dengan
pemberian antagonis reseptor angiotensin II.; gangguan fungsi hati rigan sampai
sedang; gangguan fungsi ginjal; data keamanan dan khasiat pada anak anak belum
tersedia.
INTERAKSI OBAT
Penggunaan
bersama dengan Inhibitor ACE dan Beta-blocker tidakdianjurkan.
KONTRAINDIKASI
Kehamilan;
gangguan fungsi hati berat, sirosis, obstrtuksi empedu, menyususi;
hipersensitif terhadap komponen obat.
EFEK SAMPING
Biasanya
ringan. Hipotensi simtomatik termasuk pusing dapat terjadi, terutama pada
pasien dengan kekurangan cairan
intravascular (misal yang mendapatkan diuretika dosis tinggi). Hyperkalemia
kadang kadang terjadi; angioedema juga dapat terjadi pada beberapa antagonis
reseptor angiotensin II.; kelelahan,
jarang diare,
sakit kepala, mimisan; trombositopenia, nyeri sendi, neri otot,, gangguan rasa,
neutropenia.