TRANDOLAPRIL
INDIKASI
Hipertensi, tidak digunakan untuk pengobatan awal
hipertensi.
DOSIS
Hipertensi
Dosis awal 500mcg sekali sehari ditingkatkan dengan interval
waktu 2 -4 minggu, dosis azim 1-2mg sekali sehari; maksimal 4mg sehari;
jika digunakan sebagai tambahan teahadap diuretika,;
profilaksis setelah infark miokard (dimulai minimal 3 hari setelah infark)
dosis awal 500mcg sehari, ditingkatkan secara bertahap
menjadi maksimal 4mg sekali sehari.
MEREK DAGANG
Gapten (Abbot Indonesia) kapsul 0,5mg, 2 mg (K)
PERINGATAN
Pada pasien yang sedang menggunakan diuretika, pemberian
awal penghambat ACE perlu dilakukan dengan hati hati. Dosis pertama
dapatmenyebabkan hipotensi tertama pada pasien yang sedang menggunakan
diuretika dosis tinggi, diet rendah garam, dialysis, dehidrasi atau pasien
dengan gagal ginjal. Penghambat sebaiknya juga digunakan dengan hati hati pada
penyakit vaskuler perifer atau aterosklerosis yang mempunyai risiko penyakit
renovaskuler. Fungsi ginjal sebaiknya dipantau sebelum dan selama pengobatan,
dan dosis diturunkan pada gangguan fungsi ginja. Resiko agranulositosis
meningkat pada penyakit kolagen vaskuler (dianjurkan dilakukan hitung jenis
darah). Penghambat ACE sebaiknya digunakan secara hati hati pada pasien dengan
stenosis aortic berat atau simtomatik (berisiko hipotensi), pada kardiomiopati
obstructif hipertrofi, pada angioedema herediter dan pada ibu menyusui.;
Gangguan fungsi hati
INTERAKSI
Digitalis, litium, simetidin beta-bloker, antiaritmia
(flekainid, kuinidin, nitrat, karbamazepin, fifampisin, fenobarbital,
siklosporin, teofilin, inhalasi, anastesi, zat pengambat nerumuskulas)
KONTRAINDIKASI
Pasien yang hipersensitif terhadap penghambat ACE atau
verapamil, riwayat angioedema.
EFEK SAMPING
Dan Inhibitor ACE dapat menyebabkan hipotensi yang parah dan
gangguan fungsi ginjal dan batuk kering menetap. Penghambant ACE juga
menyebabkan angioedema (mula kerja dapat tertunda), ruam kulit )pruritus dan
urtikaria), pankreatitis dan gejala pada saluran cerna yang dilaporkan meliputi
mual, muntah, dyspepsia, diare,konstipasi dan nyeri abdomen. Telah dilaporkan
juga perubahan pada hasil tes fungsi hati, icterus kolestatik dan hepatitis.
Hyperkalemia, hipoglikemi dan kelaianan darah termasuk trombositopenia,
leukopenia, neutropenia dan anemia hemolitik juga telah dilaporkan. Efek
samping lainyang telah dilaporkan diantaranya sakit kepala, mengantuk
kelelahan, malaise, gangguan pengecapan, paraetesis, bronkospasme, demam,
vaskulitis, myalgia, arthralgia, antibody, antinukir positif, penigaktana laju
endap darah, eosinofiia, leukositosis dan fotosensitivitas.; angina, aritmia,
nyeri dada, pingsan, gangguan serebrovaskular, infark miokard, perubahan nafsu
makan dan berat badan, mulut kering, fotosensitivitas, wajah memerah, gugup,
perubahan perasaan ansietas, drownsines, gaangguan tidur, tinnitus, sindrom
seperti flu, berkeringat dan dyspnea.
; takikardi, aritmia, angina, perdarahan otak, infark
miokard, ileus, mulut kering, reaksi kuit termasuk Steven-Johnson syndrome,
nekrolisis epirdermal toksik, asthenia, alopeisa, dyspnea dan brokitis.