LABETOLOL HIDROKLORIDA (HCl)
INDIKASI
Hipertensi (termasuk hipertensi pada kehamilan, hipertensi
dengan angina, adan hipertensi setelah infark miokard akut); krisis hipertensi;
mendapatkan hipotensi yang terkendali pada anestesi.
DOSIS
Oral
Dosis awal 50mg sehari (usia lanjut 25mg) 2 kali sehari
dengan makanan, tingkatkan dengan interval 14 hari sampai ke dosis lazim 100mg
2 kali sehari; sampai dengan 400mg sehari dalam 2 dosisterbagi (jika lebih
tinggi dalam 3 – 4 dosis terbagi).
Injeksi intravena
50mg selama paling tidak 1 menit, jika perlu ulangi setelah
5 menit; maksimal 200mg.
Catatan . bradikardia yang berlebihan dapat diatasi
dengan injeksi intravena atropine sulfat 0,6-2,4mg dalam dosis terbagi 0,6mg
setiap kali; overdosis lihat penanganan darurat keracunan
Infus Intravena
2mg/menit; kisaran lazim 50 – 200 mg, (tidak dianjurkan
untuk feokromositoma). Hipertensi pada kehamilan, 20mg/jam, lipatkan dua
setiap 30 menit; maksimal 160mg/jam. Hipertensi setelah infark,
15mg/jam, sedikit demi sedikit tingkatkan sampai maksimal 120mg/jam.
PERINGATAN
Hindari putus obat yang mendadak; terutama pada penyakit
jantung iskemik, blok AV derajat pertama, hhiperensi portal (risiko memburuknya
fungsi hati); diabetes; riwayat penyakit paru obstruktif; miastenia gravis;
pada anafilaksis respons terhadap adrenalin berkurang.; menggangu uji
laboratorium untuk katekolamin; kerusakan hati.
Kerusakan hati. Kerusakan sel sel hati yang berat dilaporkan
setelah pengobatan jangka pendek maupun jangka panjang. Uji laboratorium yang
sesuai diperlukan pada saat pertama kali muncul gejala disfungsi hati. Jika ada
bukti kerusakan (atau jika terjadi sakitkuning), labetalol harus dihentikan dan
tidak dimulai lagi.
KONTRAINDIKASI
Asma, gagal jantung yang tak terkendali, bradikardi yang
nyata, hipotensi, sindrom penyakit sinus, blok AV derajat dua atau tiga, syok
kardiogenik; feokromositoma.
Bronkospasme. Beta – blocker, termasuk yang diangga
kardioselektif, seharusnya tidakdiberikan kepada pasien dengan riwayat asma
atau bronkospasme. Namum, pada situasi yang sangat jarang dimana beta-blocker
harus diberikan pada pasien demikian, dapat diberikan beta-blocker yang
kardioselektif dengan sangat hati hati dan dibawah pengawasan spesialis.
EFEK SAMPING
Hipotensi postural (hidari posisi tegak selama pemberian
intravena dan 3 jam berikutnya), kelelahan, rasa lemah, sakit kepala, ruam
kulit, “scalp tingling”, kesulitan berkemih nyeri epigstrik, mual
muntah; kerusakan hati, ruam lichenoid (jarang)
Baca juga obat Tekanan darah tinggi Lain