Informasi Obat Kardiovaskular, Obat Hipertensi, Obat Kolesterol

Obat Hipertensi Lisinopril




LISINOPRIL



INDIKASI

Semua tingkat hipertensi, gagal jantung kongestif (tambahan), setelah infark miokard pada pasien yang secara hemodinamik stabil.

DOSIS

Hipertensi

Dosis awal 10mg sehari; dosis penunjang lazim 20mg sehari, maksimal 80mg sehari.
Catatan. Pada hipertensi hentikan diuretika selama 2-3 hari sebelumnya dan jika perlu mulai lagi kemudian.
Gagal jangung (tambahan)
Dosis awal 2,5mg sehari di bawah pengawasan ketat, dosis penunjang 5-20mg sehari.
Profilaksis setelah infark miokard, sistolik lebih dari 120 mmHg
5mg dalam 24 jam diikuti dengan 5mg lagi 24 jam berikutnya, kemudian 10mg setelah 24jamberikutnya, dan lanjutkan degnan 10mg sekali sehari selama 6minggu (lanjutkan pada gagal jantung);
sistolik 100-120mmHg, dosis awal 2,5mg tingkatkan sampai sosi penunjang 5mg sekali sehari.
Catatan. Langan dimulai jika tekanan darah sistolik kurang dari 100 mmHg; sementar waktu kurangi dosis penunjang sampai 2,5mg sehari jika tekanan darah sistolik kurang dari sama dengan 100mm Hg selama pengobatan, hentikan jika terjadi hipotensi yang berkepanjangan (sistolik kurang dari 90 mmHg selama lebih dari 1 jam)


MEREK DAGANG
Interpril (Interbat) tablet 5mg, 10mg (K)
Noperten (dexa medica) 5mg, 10mg (K)
Tensinop (sanbe) 5mg, 10mg (K)
Zestril (astra Zeneca) tablet 5mg, 10mg 20mg (K)


KONTRAINDIKASI

Hipersensitif terhadap pengambat ACE (termasuk angioedema) penyakit renovaskuler (pasti atau dugaan), stenosis aortic atau obstruktif keluarnya darah dan jantung; kehamilan.


PERINGATAN

Pada pasien yang menggunakan Diuretika, Penggunaan awal ACE Inhibitor dilakukan dengan hati hati. Dosis pertama dapat menyebabkan hipotensi terutama pada pasien yang sedang menggunakan diretika dosis tinggi, diet rendah garam (natrium), dialysis, dehidrasi, penyakit vaskuler perifer atau aterosklerosis menyeluruhkarena risiko penyakit renovaskuler yang tidak bergejala; pantau fungsi ginjal sebelum dan selama pengobatan dan kurangi dosis pada gangguan ginjal mungkin meningkatkan risiko agranulositosis pada penyakit vaskuler kolagen (disarankan hitung jenis); reaksi anafilaktoid; menyusui; mungkin mengatkan efek hipoglikemik insulin atau antidiabetik oral.
RAKSI AFAFILAKTOID. Guna menegah reaksi ini, penghambat ACE harus dihindarkan selama dialysis dengan mebran high-flex poyacrilonitrile dan selama apheresis hipoprotein densitas rendah dengan dekstran sulfat.


EFEK SAMPING

Hipotensi; pusing; sakit kepala, letih, asthenia, mual (terkadang muntah), diare, (terkadang konstipasi), kram otot, batuk kering yang persisten, gangguan kerongkongan, perubahan suara, perubahan pencecap (mungkin disertai dengan turunnya berat badan), stomatitis dyspepsia, neri perut; gangguan ginjal; hyperkalemia; angioedema, urtikaria, ruam kulit (termasuk eritema multiforme dan nekrolisis epiderma toksik) dan reaksi hipersensitivitas, gangguan darah (termasuk trombositopenia, neutropenia, agranulositosis, dan anemia aplastic); gejala gejala saluran nafas ataus hiponatermia, takikardia, palpitasi, aritmia, infark miokard dan stroke (mungkin akibat hipotensi yang berat), nyeri pinggung, muka merah, sakit kuning (hepatoseluler atau kolestatik),pankreatitis, gangguan tidur, gelisah , perbahan suasana hati, parestesia, impotensi, onikolisis,  alopesia.
KOMPLEKS GEJALA. Telahhdilaporkan suatu kompleks gejala untuk pengambatan ACE yang meliputi demam, serositis, vaskulitis, myalgia, atralgia, antibody antinukear positif, laju endapan darah meningkat; ensinofiilia, leukositosis; mungkin juga terjadi ruam kulit, fotosensitivitas atau reaksi kulit yang lain.


Obat Hipertensi Lisinopril Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown