(Lignokain
Hidroklorida)
INDIKASI
Aritmia ventrikel terutama setelah infark miokard.
DOSIS
Injeksi intravena, pada pasien tanpa ganggua
sirkulasi yang berat, 100mg sebagai bolus elama beberapa menit (50mg pada psien
dengan BB lebih ringan atau pasien dengan ganggauan sirkulasi yang berat),
segera diikti dengan infus 4mg/menit selama 30menit, 2mg/menit selama 2 jam,
kemudian 1mg/menit; kadarnya dikurangi lagi bila infusnya dilanjutkan lebih
dari 24 jam (pantau EKG dan supervisi dokter ahli jantung)
PENTING. Setelah injeksi intravena, lidokain masa
kerjanya pendek (berakhir dalam 15-20 menit). Bila infus intravena tidak segera
tersedia,injeksi intravena awal 50-100 mg dapat diulangi bila perlu 1 kali atau
2 kali sehari dengan interval tidak kurang dari 10 menit.
MEREK DAGANG
Lidocaine (phapros) cairan injeksi 1% (K)
Lidonest hperbarik (Astra Zeneca) injeksi 5% (K)
Loxyne (lucas djaya) injeksi 20mg/mL (K)
Pehacain P (Phapros) Injeksi 2% (K)
Sensiva (Claris Life / Pisma Niaga) injeksi 2% (K)
PERINGATAN
Dosis lebih rendah pada gagal jantung kongestif, pada gagal
hati, gagal ginjal dan setelah bedah jantung; usia lanjut; kehamilan.
KONTRAINDIKASI
Gangguan nodus SA, semua derajat blok AV, depresi miokard
yang berat; porfiria.
EFEK SAMPING
Pusing, kesemutan, atau mengantuk (terutama bila injeksi
terlalu cepat); efek SSP lainya (bingung, depresi pernafasan dan konvulsi);
hipotensi dan bradikadia (sampai terjadi henti jantung); hipersensitivitas.
Baca juga Obat Anti Aritmia Lain Fenitoin