DIGITOKSIN
Obat Hipertensi dan Kardiovaskular
Alkaloid lain dari digitalis yang mempunyai khasiat sama
dengan digoksin, bedanya diditoksin lebih larut dalam lemak dibanding dengan
digoksin. Bioavaibilitas oral digitoksin mendekati 100%, waktu paruhnya 4-7
hari, dan volume distribusinya 0,6liter/kg.
INDIKASI
Gagal jantung, aritmia supravetrikular, terutama fibrilase
atrium
DOSIS
Penunjang, 100mcg sehari atau 2 hari sekali; bila perlu
dapat dinaikkansampai 200mcg sehari.
PERINGATAN
Infark jantung baru, sindrom penyakit sinus; penyakit
tiroid; kurangi dosis pada usia lanjut; hindari hypokalemia dan pemberian
intravena yang sangat cepat (nausea dan risiko aritmia); gangguan fungsi
ginjal, kehamilan.
INTERAKSI
Digoksin dapat diadsorpsi bila diberikan bersamakolstiramin,
kolestipol, kaolin/pectin atau karbo-adsorbens. Karena itu pemberian digoksin
harus berjarak paling sedikit 2jam sebelum atau sesudah pemberian obat-obat
diatas. Pemberian berama kinidin menaikkan kadar digoksin plasma sampai
70-100%. Hal tersebut diperkirakan karena kinidin mengurangi klirens ginjal dan
volume distribusi digoksin (terjadi perpindahan digoksin dariotot skelet).
Dengan demikian dosis digoksin harus dikurangi sampai 50% dan dilakukan
emantauan kadar digoksin plasma. Verapamil suatu antagonis kalsium menunjukkan
interaksi yang sama dengan kinidin.
Obat antiaritmia lain seperti prokainamid, disopiramid, dan
meksiletin tidak menunjukkan interaksi seperti kinidin,.
KONTRAINDIKASI
Blok jantung komplit yang intermiten; blok AV derajat II;
aritmia supraventricular karena sindrom Wolf-Parkinson-White; takikardi
atau fibrilasi ventricular; kardiomiopati obstruktif hipertropfik.
EFEK
SAMPING
Biasanya karena dosis yang berlebihan termasuk anoreksia,
mual muntah, diare, nyeri abdomen, gangguan penglihatan, sakit kepala, rasa
capai, mengantuk, bingung, pusing; depresi; delirium, halusinase; aritmmia,
blok jantung; rash yang jarang; iskemi usus; ginekomastis pada pemakaian jangka
panjang; trombositopennia.