Informasi Obat Kardiovaskular, Obat Hipertensi, Obat Kolesterol

Hipotensi Ortostatik


HIPOTENSI ORTOSTATIK


Nilai tekanan darah secara khas diambil pada posisi duduk. Praktek ini, sementara nyaman untuk praktisi, membatasi kemampuan untuk mendiagnosa OH (Hipotensi Ortostatik). Biasanya, pengukuran tekanan darah sambil berdiri disertai dengan peningkatan kecil dalam DBP (Tekanan darah diastolic) dan penurunan kecil dalam SBP (Tekanan darah Sistolik) bila dibandingkan dengan nilai-nilai pada saat telentang. OH (Orthostatic Hypotension) muncul ketika pengukuran terlentang ke berdiri Tekanan Darah turun > 20 mmHg Sistolik atau > 10 mmHg Diastolik. Pada pasien diabetic Hipertensi Postural akan lebih parah. Ada hubungan yng kuat antara keparahan Hipotensi Ortostatik dan Kematian premature seperti peningkatan insiden jatuh dan patah tulang. Penyebab OH (Hipotensi Ortostatik) termasuk deplesi volume yang parah, disfungsi baroreflek, insufisiensi autonomic dan obat antihipertensi venodilator terutama alfa bloker dan alpha-beta bloker. Diuretic dan Nitrat mungkin memperburuk Hipotensi Ortostatik lebih lanjut.

Pada terapi pasien hipertensi yang lebih tua, seharusnya berjaga jaga potensial gejala OH seperti postural tidak aman, pening atau pingsan. Hipotensi Ortostatik merupakan hambatan umum untuk intensif kendali BP yang harus didokumentasikan dengan jelas; jika ada, terapi obat harus disesuaikan dan peringatan yang tepat diberikan kepada pasien. OH merupakan hambatan umum untuk kendali BP (Tekanan Darah) intensif yang harus didokumentasikan dengan jelas; jika ada, terapi obat harus disesuaikan dan peringatan yang tepat diberikan kepada pasien.


Baca juga mengenai Hipertensi Resisten

Hipotensi Ortostatik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown