AMIODARON
INDIKASI
Takikardi yang berkaitan dengan sindrom Wolf-Parkinson-White,
takikardi ventrikel paroksimal, takikardi nodus dan ventrikel; fibrilase dan
fluter atrium, dan fibrilasi ventrikel, resusitasi jantung paru pada fibrilasi
ventrikel atau pulseseles takikardi
DOSIS
Oral, 200mg 3 kali sehari selama 1 minggu, 200mg 2 kali
sehari selama 1 minggu berikutnya; dosis penunjang, biasanya 200mg sehari atau
dosis minimal yang diperlukan untuk mengendalikan arimia.
Infus intravena via kateter vena sentral, 5mg/kgbb selama
20-120 menit dengan pantauan. EKG; maksimal1,2g dalam 24 jam.
PERINGATAN
Uji fungsi hati dan fungsi tiroid diperlukan sebelum terapi
dan kemudian tiap 6 bulan; kadar kalium serum, sinar X toraks diperlukan
sebelum terapi ; gagal jantung, gangguan ginjal; usia lanjut, bradikardia dan
gangguan konduksi berat pada dosis berlebih; pemberian intravena dapat
menyebabkan penurunan tekanan dara yang moderat dan transien (kolaps sirkulase
terjai pada pemberian yang vepat aau dosis berlebihan) atau toksistias
hepatoseluler berat (pantau transaminase denganteliti); porfiria.
KONTRAINDIKASI
Bradikardi sinus, blok SA; kecuali bila digunakan pacu
jantung hindarkan pada gangguan konduksi
yang berat ata penyakit nodus SA; gangguan fungsi tiroid, kehamilan dan
menyusui, sensitivitas terhadap iodium, hindari pemberian intravena pada gagal
pernafasan yang berat, kolaps sirkulasi, hipontensi arterial yang berat.
EFEK
SAMPING
Mikrodeposit di kornea yang reversible (kadang kadang dengan
silau dimalam hari), jarang gangguan penglihatan akibat neuritis optic; neuropati
perifer dan miopati (biasanya reversible bila obat dihentikan); bradikardia dan
gangguan konduksi; fototoksisitas dan jarang pewarnaan kulit menjadi abu abu
yang persisten, hipotiroidism, hipertiroidism; alveolitis paru yang difus,
pneumonitis dan fibrosis; peningkatan transaminase serum (mungkin perlu
penurunan dosis atau penghentian obat bila disertai dengan penyaki hati akut);
penyakit kuning, hepatitis dan sirosis; jarang mual, muntah, rasa logam,
gemetar, mimpi buruk, vertigo, sakit kepala, sukar tidur, rasa lelah, kepala
botak, kesemutan, tekanan intracranial sedikit meningkat, impotensi,
epidedimoorkitis; rash (termasuk dermatitis eksfoliatif), hipersensitivitas
termasuk vaskulitis, gangguan ginjal dan trombositopenia,; anemia hemolitik
atau aplastic; anafilaksis bila disuntikkan cepat, juga hipotensi, brokospasme,
berkeririgat, dan muk amerah.
Baca juga obat Aritmia Lain ADENOSIN
Untuk Informasi Obat Amiodaron lebih lengkap di Amiodaron bagian 1
Untuk Informasi Obat Amiodaron lebih lengkap di Amiodaron bagian 1