DIGOKSIN (DIGOXIN)
Obat Hipertensi dan Kardiovaskular
INDIKASI
Gagal jantung, aritmia supravetrikular (terutama fibrilase
atrium)
DOSIS
Oral, untuk digitalisasi cepat 1-1,5mg/24jam dalam dosis
terbagi; bila tidak diperlukan cepat 250-500 mcg sehari (dosis lebih tinggi
haus dibagi)
Dosis penunjang : 2,5-500mcg sehari tergantung pada
fungsi ginjal, dan pada fibrilasi atrial , pada respon denyut jantung. Dosis
penunjang biasanya berkisar 125-250 mcg/hari (pada usia lanjut 125mcg/hari).
Pada keadaan gawat darurat/akut, dosis muatan diberikan
secara infus intravena, 250-500mcg dalam 15-20 menit, diikuti dengan sisanya
dalam dosis terbagi tiap 4-8 jam (tergantung dari respon jantung) sampai total
dosis muatan 0,5-1 mg tercapai. Bila memungkinkan dilakukan monitoring kadar
plasma digoksin, sampai darah diambil paling sedikit 6 jam setelah suatu dosis
diberikan.
PERINGATAN
Infark jantung baru, sindrom penyakit sinus; penyakit
tiroid; kurangi dosis pada usia lanjut; hindari hypokalemia dan pemberian
intravena yang sangat cepat (nausea dan risiko aritmia); gangguan fungsi
ginjal, kehamilan.
INTERAKSI
Digoksin dapat diadsorpsi bila diberikan bersama kolstiramin,
kolestipol, kaolin/pectin atau karbo-adsorbens. Karena itu pemberian digoksin
harus berjarak paling sedikit 2jam sebelum atau sesudah pemberian obat-obat
diatas. Pemberian berama kinidin menaikkan kadar digoksin plasma sampai
70-100%. Hal tersebut diperkirakan karena kinidin mengurangi klirens ginjal dan
volume distribusi digoksin (terjadi perpindahan digoksin dariotot skelet).
Dengan demikian dosis digoksin harus dikurangi sampai 50% dan dilakukan
emantauan kadar digoksin plasma. Verapamil suatu antagonis kalsium menunjukkan
interaksi yang sama dengan kinidin.
Obat antiaritmia lain seperti prokainamid, disopiramid, dan
meksiletin tidak menunjukkan interaksi seperti kinidin,.
KONTRAINDIKASI
Blok jantung komplit yang intermiten; blok AV derajat II;
aritmia supraventricular karena sindrom Wolf-Parkinson-White; takikardi
atau fibrilasi ventricular; kardiomiopati obstruktif hipertropfik.
EFEK
SAMPING
Biasanya karena dosis yang berlebihan termasuk anoreksia,
mual muntah, diare, nyeri abdomen, gangguan penglihatan, sakit kepala, rasa
capai, mengantuk, bingung, pusing; depresi; delirium, halusinase; aritmmia,
blok jantung; rash yang jarang; iskemi usus; ginekomastis pada pemakaian jangka
panjang; trombositopennia.
Baca juga tentang Obat Aritmia Lainnya Digitoksin